PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan hilangnya tutupan hutan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama akibat paparan asap dan kualitas udara yang menurun.

Mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Direktur RSUD Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kebutuhan pelayanan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kasus ISPA selama kondisi karhutla.

Menurutnya, kesiapan tersebut mencakup ketersediaan oksigen hingga obat-obatan yang diperlukan untuk menangani pasien dengan gangguan pernapasan.

“Intinya sudah siap. Oksigen kami harus cukup dan obat-obatan untuk infeksi juga sudah disiapkan,” kata dr Mul sapaan akrabnya. 

Ia mengakui, kondisi karhutla dan paparan asap berpotensi menyebabkan kasus ISPA mengalami peningkatan. Karena itu, RSUD Pulang Pisau terus memastikan kesiapan tenaga medis maupun sarana pendukung pelayanan.

“Pasti meningkat, tapi intinya kami sudah siap,” ujarnya.

Kesiapan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak asap karhutla dapat segera memperoleh penanganan medis.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan. (RETHA/y)