PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, khususnya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite, menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius dari Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

Kondisi tersebut menjadi sorotan mengingat Bahan Bakar Minyak merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat luas. Panjangnya antrean tentu menyulitkan dan membebani warga.

Fairid Naparin menyatakan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya terus aktif melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk penyedia dan penyalur BBM, guna mencari jalan keluar dan mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.

Ia juga menegaskan telah meminta agar ketersediaan stok BBM, terutama jenis Pertalite, tidak dikurangi sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

"Kami selalu berkoordinasi dan meminta agar stok BBM jangan dikurangi," ujar Fairid Naparin, Senin, 17 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta memperkuat koordinasi hingga ketersediaan BBM kembali normal dan stabil.

"Dengan demikian, masyarakat tidak lagi perlu menghabiskan waktu berlama-lama mengantre sekadar untuk mendapatkan kebutuhan pokok tersebut," pungkasnya. (PATHUR/H)