BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sejenak, panjangnya antrean BBM yang masih menjadi momok dan keluhan, serta rutinitas sehari-hari masyarakat kecamatan Kumai seperti terlupakan.
Malam itu, Minggu, 16 Agustus 2026, warga Kumai Hilir, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), berkumpul di lapangan pertandingan, dengan sorak-sorai, tepuk tangan, dan semangat para pemain, menghidupkan suasana final turnamen bola voli KIM Cup.
Lapangan yang biasanya menjadi tempat pertandingan berubah menjadi ruang perjumpaan warga. Anak-anak, orang tua, hingga generasi muda larut menyaksikan laga puncak. Persaingan di dalam lapangan justru menjadi perekat kebersamaan di luar lapangan.
Kemeriahan KIM Cup bahkan tidak hanya berlangsung pada malam final. Sejak pagi, warga telah memadati lokasi untuk mengikuti jalan sehat yang digelar KIM Property.
Hampir seluruh warga Kumai Hilir turut ambil bagian. Mereka datang bersama keluarga dan kerabat, menjadikan kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga, tetapi juga kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi.
Di tengah keramaian, denyut ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Sejumlah pelaku UMKM membuka lapak dagangan di sekitar lokasi. Pengunjung bisa berolahraga, menikmati pertandingan, sekaligus membeli makanan dan berbagai produk yang dijajakan warga.
Ketua Panitia KIM Cup sekaligus Wakil Manajer KIM Property, Wardiman, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut memang dirancang sebagai bentuk kebersamaan perusahaan dengan masyarakat Kumai.
“Turnamen maupun jalan sehat ini untuk masyarakat Kumai. Kami ingin masyarakat selalu kompak dan bersama-sama menjaga ketenteraman wilayah,” ujar Wardiman, Senin, 17 Agustus 2026.
Bagi KIM Property, turnamen bola voli juga memiliki pesan yang lebih jauh. Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda, untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif sekaligus mengasah kemampuan dan bakat mereka.
“Khusus turnamen bola voli, kami ingin memberikan kegiatan positif untuk anak-anak muda agar mereka bisa mengembangkan bakat dan potensinya,” katanya.
Membludaknya warga pada malam final menjadi gambaran bagaimana olahraga dapat mempertemukan banyak orang dalam satu suasana. Ada yang datang untuk mendukung tim kesayangan, ada pula yang sekadar ingin menikmati kemeriahan bersama keluarga. Di situlah KIM Cup menemukan maknanya.
Kejuaraan bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga bagaimana sebuah pertandingan mampu menciptakan ruang kebersamaan dan mempererat silaturahmi masyarakat.
Wardiman menyampaikan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari kepedulian KIM Property terhadap masyarakat Kotawaringin Barat. Pesan owner KIM Property, Rangga Lesmana, agar kehadiran perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Harapan dari owner Bapak Rangga Lesmana, kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian KIM Property terhadap masyarakat Kotawaringin Barat. KIM hadir untuk semuanya,” tuturnya.
Antusiasme warga yang begitu besar menjadi dorongan bagi KIM Property untuk kembali menghadirkan kegiatan serupa. Bahkan, tahun depan perusahaan berencana menyiapkan kegiatan yang lebih menarik dan lebih meriah.
Dengan begitu, lapangan tidak hanya menjadi tempat bertanding. Ia bisa kembali menjadi ruang bertemunya warga, tumbuhnya UMKM, berkembangnya bakat anak muda, dan terjaganya semangat kebersamaan di Kumai.
Untuk sesaat, berbagai kesibukan dan persoalan sehari-hari boleh diletakkan di belakang. Malam itu, warga Kumai memilih menikmati pertandingan, tertawa bersama, dan merayakan kebersamaan. (DANANG/H)









