BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong memaparkan capaian pembangunan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau hingga 2025.
"Puji Tuhan, realisasi capaian kinerja pembangunan Kabupaten Gunung Mas sampai dengan tahun 2025 menunjukkan capaian yang baik," ujar Jaya, Senin, 17 Agustus 2026.
Capaiannya yakni, laju pertumbuhan ekonomi yang pada 2024 tercatat sebesar 4,48 meningkat menjadi 4,53 pada 2025. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 73,88 pada 2024 menjadi 74,46 pada 2025.
Capaian positif juga terlihat dari angka kemiskinan yang mengalami penurunan dari 5,68 pada 2024 menjadi 5,48 pada 2025.
Begitu pula dengan Indeks Gini Ratio yang turun dari 0,255 pada 2024 menjadi 0,235 pada 2025, yang menunjukkan tingkat kesenjangan atau ketimpangan antarpeduduk semakin rendah.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Gunung Mas kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-11 kalinya. Sementara itu, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Gunung Mas berada pada kategori “B”.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Kemudian memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan ekonomi kerakyatan, memperhatikan kelestarian lingkungan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
"Di era transformasi digital saat ini, kita juga dituntut untuk terus berinovasi. Pemanfaatan teknologi informasi harus menjadi sarana dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, serta menciptakan pemerintahan yang efektif dan efisien," ucapnya.
Keberhasilan pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Pembangunan hanya akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, saling mendukung, saling menghargai, dan bergotong royong.
"Saya juga menyadari bahwa masih banyak hal yang belum sempat diselesaikan dan belum mencapai hasil yang kita dambakan. Selain itu, kita juga masih berhadapan dengan tingginya peredaran narkoba di wilayah kita yang terus mengancam generasi muda penerus bangsa," tukasnya. (RISKA YULYANA/R)



