SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Langkah Novin Jihan Safira menuju tengah lapangan Stadion 29 Nopember Sampit pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, bukan sekadar menjalankan tugas.

Siswi SMA Negeri 1 Sampit itu dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Tugas yang sejak awal diimpikannya sebagai anggota Paskibraka tersebut akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.

Sejak pertama kali bergabung dalam Paskibraka, Novin mengaku sudah memiliki keinginan untuk menjadi pembawa baki. Keinginan tersebut terus ia sertai dengan latihan dan doa hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas tersebut.

"Saat saya masuk Paskibraka, saya ingin sekali bercita-cita menjadi pembawa baki. Alhamdulillah rezeki saya dan doa saya dikabulkan Allah," kata Novin, Senin, 17 Agustus 2026.

Untuk menjadi pembawa baki, Novin harus melewati proses pemilihan bersama tiga anggota lainnya. Dari empat orang yang dipilih, dua ditetapkan sebagai pembawa baki utama dan dua lainnya sebagai cadangan.

Ketika akhirnya namanya terpilih sebagai salah satu pembawa baki, perasaan bahagia bercampur gugup sempat dirasakan Novin.

"Jelas, tentu saya sangat senang. Di awal masuk saja saya merasa gugup, lalu saya merasa aman dan santai. Karena kalau gugup malah nanti jadi tidak bagus," ujarnya.

Persiapan Novin bersama anggota Paskibraka lainnya dilakukan secara intensif. Selama sekitar dua pekan terakhir sebelum pelaksanaan upacara, mereka menjalani berbagai latihan untuk mempersiapkan fisik sekaligus membangun karakter.

Latihan tersebut meliputi pembentukan karakter, latihan fisik, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan berbagai persiapan lainnya.

Namun, perjalanan Novin menjadi anggota Paskibraka tidak dimulai begitu saja. Ia terlebih dahulu mengikuti proses rekrutmen yang diawali dengan pendaftaran secara daring. Setelah lolos tahap pendaftaran, calon anggota mengikuti sejumlah tes, termasuk tes fisik dan kesamaptaan.

Bagi Novin, seluruh proses tersebut menjadi pengalaman penting. Ia harus menjaga kondisi fisik sekaligus membangun mental agar mampu menjalankan tugas yang diberikan.

Di balik keberhasilannya membawa baki Merah Putih, ada dukungan keluarga yang menjadi sumber kekuatan Novin. Ia mengaku orang tuanya selalu mendukung cita-cita dan keinginannya untuk menjadi anggota Paskibraka.

"Orang tua sangat mendukung apa yang saya impikan. Doa orang tua dan usaha itu salah satu kunci keberhasilannya," tuturnya.

Kepercayaan menjadi pembawa baki juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Novin. Baginya, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga kesempatan membanggakan kedua orang tuanya.

"Jelas, tentu saja senang. Sekaligus bisa membanggakan orang tua saya," katanya. Tugas sebagai pembawa baki dalam upacara kemerdekaan menjadi salah satu pengalaman berharga yang akan dibawa Novin dalam perjalanan hidupnya.

Di luar tugasnya sebagai anggota Paskibraka, Novin juga memiliki cita-cita yang ingin diwujudkannya setelah menyelesaikan pendidikan. Ia bercita-cita menjadi anggota Kepolisian Wanita atau Polwan.

Pengalaman menjalani latihan kedisiplinan, fisik dan pembentukan karakter selama menjadi Paskibraka menjadi bekal tersendiri untuk mengejar cita-cita tersebut.

"Harapan saya, semoga ke depannya saya bisa lebih sukses lagi dan lebih berhasil lagi," ucap Novin.

Bagi Novin, perjalanan menjadi pembawa baki pada HUT ke-81 RI menjadi bukti bahwa sebuah cita-cita dapat diwujudkan melalui usaha, latihan, keberanian dan doa.

Hari itu ketika Merah Putih berhasil dikibarkan di Stadion 29 Nopember Sampit, Novin bukan hanya menjalankan sebuah tugas. Ia juga sedang menorehkan satu pengalaman yang mungkin akan selalu dikenangnya sebagai bagian dari perjalanan menuju cita-cita. (DEWI PATMALASARI/R)