SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit memastikan aktivitas pelayaran di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur masih berjalan aman dan lancar meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah kawasan.

Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian mengatakan, hingga Senin, 17 Agustus 2026, kabut asap belum memberikan dampak signifikan terhadap lalu lintas kapal di perairan Sampit.

“Kalau terkait dengan transportasi laut, hingga sampai saat ini kegiatan pelayaran di wilayah Kotawaringin Timur, khususnya di perairan Sampit berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” kata Hotman.

Ia menjelaskan, aktivitas kapal yang keluar maupun masuk masih berlangsung normal, termasuk angkutan penumpang dan kapal yang membawa kebutuhan logistik bagi masyarakat.

Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama karena kondisi cuaca serta jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu seiring perkembangan kabut asap.

KSOP Sampit terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca sebelum memberikan izin keberangkatan kapal.

“Dari BMKG selalu koordinasi dengan kita semua instansi terkait untuk memberikan informasi atas prakiraan cuaca sebelum kita memberikan Surat Persetujuan Berlayar atau SPB,” ujarnya.

Menurut Hotman, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar tetap mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.

Informasi mengenai cuaca, jarak pandang dan kondisi perairan menjadi bagian penting dalam memastikan kapal dapat melakukan perjalanan secara aman hingga tujuan.

Sebagai langkah antisipasi, KSOP Kelas III Sampit juga telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh insan transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap dan cuaca belum sepenuhnya normal.

“Kemarin juga kami telah membuat surat edaran kepada seluruh insan transportasi laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca yang ada di wilayah kita saat ini,” ungkapnya.

Hotman menegaskan, imbauan tersebut bukan berarti aktivitas pelayaran dihentikan. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan operator, awak kapal serta pengguna jasa transportasi laut.

Kondisi perairan saat ini juga dinilai masih aman bagi kapal pengangkut logistik, termasuk kapal jenis roll-on/roll-off (RoRo).

Pelayanan kapal RoRo pada sejumlah rute yang terhubung dengan Sampit masih berjalan, termasuk jalur menuju Semarang, Tanjung Emas dan Tanjung Perak Surabaya.

KSOP Sampit memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca maupun jarak pandang akibat kabut asap karhutla.