SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini belum mengganggu aktivitas pelayaran maupun distribusi logistik melalui Pelabuhan Sampit.

"Kabut asap hingga sampai saat ini aman dan tidak mengganggu kegiatan, khususnya pelayaran-pelayaran dan logistik," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian, Selasa, 18 Agustus 2026.

Lanjutnya, pelayaran di wilayah Kotim, khususnya dari Pelabuhan Sampit, masih berlangsung dengan tertib. KSOP juga terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum memberikan persetujuan berlayar (SPB).

"Kalau terkait dengan transportasi laut, hingga sampai saat ini kegiatan pelayaran di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya di pelayaran Sampit berjalan dengan aman, humanis, tertib, dan lancar," ujarnya.

Hotman menjelaskan, kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan dalam memastikan keselamatan pelayaran. KSOP secara rutin memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Kami selalu melihat prakiraan cuaca dari BMKG. Dari BMKG selalu koordinasi dengan kita, semua instansi terkait untuk memberikan informasi atas prakiraan cuaca sebelum kita memberikan surat persetujuan berlayar atau SPB," jelasnya.

KSOP Sampit juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh insan transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kotim.

"Kemarin juga kami telah membuat surat edaran kepada seluruh insan transportasi agar selalu memperhatikan cuaca yang ada ekstrem di wilayah kita saat ini," katanya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan.

"Tujuan kita agar semuanya tercapai, keamanan dan keselamatan pelayaran dapat terwujud," tambahnya.

Ia memastikan kapal pengangkut logistik masih beroperasi dengan aman. Begitu pula kapal penumpang jenis Ro-Ro yang melayani rute dari Sampit menuju Semarang dan dari Tanjung Perak, Surabaya menuju Sampit.

"Kapal pengangkut logistik saat ini aman dan juga kapal penumpang yang Ro-Ro," ujarnya.

Ia menyebutkan, dua rute tersebut tetap melayani aktivitas angkutan penumpang dan barang. Muatan yang diangkut kapal didominasi kebutuhan logistik.

"Rute Sampit ke Semarang Tanjung Mas, dan juga rute Tanjung Perak Surabaya ke Sampit aman. Dua rute tersebut khususnya yang membawa rata-rata penumpang dan muatan-muatan yang dibawa, yang utama adalah logistik," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)