PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Sejak penetapan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 1 Juni 2026 hingga 17 Agustus 2026, tercatat sebanyak 265 kali kejadian karhutla di Kota Palangka Raya dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 241,65 hektare. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan bahwa penyebaran titik api terbesar berada di Kecamatan Jekan Raya dengan 172 kejadian, diikuti Kecamatan Sebangau sebanyak 64 kejadian, Kecamatan Pahandut 21 kejadian, serta Kecamatan Bukit Batu sebanyak 8 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Rakumpit tercatat tidak memiliki kejadian kebakaran dalam periode tersebut.

“Angka 265 kejadian dengan luas 241,65 hektare ini menjadi peringatan serius bagi kita semua. Musim kemarau dan karakteristik lahan gambut membuat api sangat mudah menyala dan menjalar,” ujar Hendrikus Satria Budi, Selasa, 18 Agustus 2026.

Penanganan karhutla di Palangka Raya melibatkan kerja sama lintas lembaga dan unsur masyarakat secara luas.

Di antaranya BPBD Kota dan Provinsi Kalteng, Dinas Kehutanan Provinsi, Damkar, Manggala Agni, Samapta Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Kodim 1016, Satpol PP, Tim Siaga Aktif (TSAK) di berbagai kelurahan, hingga puluhan Badan Penanggulangan Kebakaran (BPK) dan relawan di setiap wilayah.

Hendrikus Satria Budi menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan, melainkan butuh kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat.

Setiap titik api yang muncul harus segera dilaporkan dan ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar.

“Kami mengapresiasi seluruh tim, relawan, dan instansi yang telah bahu-membahu memadamkan api. Namun upaya ini belum cukup tanpa peran masyarakat dalam mencegah kebakaran sejak dini. Jangan membakar sampah maupun lahan, dan segera laporkan jika melihat titik api,” tegasnya.

Masyarakat yang melihat kebakaran dapat langsung melaporkan melalui Info Center BPBD Kota Palangka Raya di nomor 0822 5588 2532.

"Pemerintah Kota Palangka Raya berharap dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, jumlah kejadian karhutla dapat ditekan secara signifikan" pungkasnya. (PATHUR/Y)