BORNEONEWS, Jakarta - Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI menguntungkan sektor hilirisasi.
“Jadi yang diuntungkan mungkin dari sektor hilirisasi, ya. Hilirisasi, renewables,” ujar Rully ketika dijumpai, Selasa 18 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut terkait dengan Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan akan mempercepat program hilirisasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Kemudian apabila pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat, apalagi menciptakan lapangan kerja, pidato Presiden juga diyakini bisa berdampak positif terhadap saham di sektor konsumer.
“Yang kayaknya nggak usah rebutan sama MBG (Makan Bergizi Gratis). Jadi mungkin untuk barang-barang yang lebih non-cyclical, ya. Kebutuhan sehari-hari,” kata Rully.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan peningkatan keuntungan badan usaha milik negara (BUMN) akan dimanfaatkan untuk mempercepat program hilirisasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Presiden Prabowo mengatakan keuntungan BUMN tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai proyek hilirisasi strategis.
"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Prabowo, pemerintah bersama Danantara telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026. Selanjutnya, 13 proyek hilirisasi lainnya kembali dimulai pada 29 April 2026.
Ia menyebut sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pembangunan smelter alumina menjadi aluminium.
Berbagai proyek tersebut, kata Prabowo, akan memberikan dampak terhadap perekonomian melalui penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru.
ANTARA









