PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperkuat kesiapan obat-obatan dan layanan kesehatan bagi personel yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan yang dapat dialami masyarakat akibat kebakaran dan kabut asap.

Kesiapan tersebut dibahas dalam koordinasi lintas sektor di Posko Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Selasa, 18 Agustus 2026.

Pertemuan dihadiri Sekretaris Daerah Kobar Rody Iskandar, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, Kepala Dinas Kesehatan Kobar Hardino serta unsur Satgas Karhutla.

Sekda Kobar Rody Iskandar mengatakan penanganan karhutla tidak hanya menyangkut pemadaman api, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan personel yang bekerja di lapangan tetap terjaga.

“Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh unsur bergerak dengan cepat sesuai tugas masing-masing. Tidak hanya pemadaman, tetapi juga dukungan kesehatan bagi petugas dan masyarakat harus kita pastikan siap, sehingga penanganan karhutla dapat berjalan efektif,” kata Rody.

Menurutnya, ketersediaan logistik kesehatan dan obat-obatan perlu dipastikan sejak awal agar dapat segera digunakan ketika personel maupun masyarakat membutuhkan penanganan.

Pemkab Kobar juga memperkuat koordinasi antarlembaga agar kebutuhan di lapangan dapat direspons secara cepat dan tidak menghambat operasi penanganan karhutla.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kobar Hardino mengatakan dukungan pelayanan kesehatan telah disiapkan melalui jaringan 18 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Kobar.

“Kami terus berkoordinasi dengan 18 Puskesmas untuk memastikan kesiapan pelayanan apabila petugas di lapangan maupun masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat aktivitas penanganan karhutla,” jelas Hardino.

Ia mengatakan setiap Puskesmas telah memiliki Tim Gerak Cepat (TGC) yang mendapatkan pelatihan untuk memberikan respons awal terhadap kondisi kesehatan yang muncul di lapangan.

Keberadaan TGC dinilai penting, terutama apabila personel pemadam mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan selama menjalankan tugas.

Selain kesiapan tenaga kesehatan, Dinkes Kobar juga terus memantau kebutuhan obat-obatan serta logistik kesehatan secara berjenjang.

Langkah tersebut dilakukan agar kekurangan kebutuhan medis dapat segera teridentifikasi dan ditindaklanjuti.

Dinkes Kobar menegaskan pelayanan kesehatan akan terus menjadi bagian dari dukungan penanganan karhutla, sehingga keselamatan dan kondisi fisik personel maupun masyarakat tetap terjaga selama masa darurat. (DANANG/j)