PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tercatat berada di posisi kedua di Kalimantan Tengah dari sisi luasan lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menghadapi kondisi tersebut, status penanganan karhutla diperpanjang mulai 21 Agustus hingga 4 September 2026.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, meski luasan karhutla tergolong tinggi, proses penanganan hingga saat ini masih dapat dikendalikan.

"Dari beberapa titik yang terpantau saat ini di Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk luasan lahan tadi sudah disampaikan, kita menempati nomor 2 saat ini se-Kalimantan Tengah. Tapi untuk masalah penanganan, alhamdulillah kita masih terkendali; dari ranking yang ada, kita berada di nomor 9," kata Nurhidayah, Selasa, 18 Agustus 2026.

Nurhidayah memastikan masa penanganan karhutla diperpanjang sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang masih tinggi.

"Sudah kita perpanjang. Dari tanggal 21 Agustus sampai dengan 4 September," jelasnya.

Menurutnya, sejumlah tantangan masih dihadapi personel di lapangan, terutama akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dan sumber air yang mulai menyusut akibat cuaca panas.

Kondisi tersebut membuat kesiapan sarana pemadaman, logistik hingga koordinasi antarunsur menjadi penting agar operasi dapat dilakukan secara cepat ketika ditemukan titik api baru.

Pemkab Kobar juga memastikan Posko Penanggulangan Karhutla BPBD tetap menjadi pusat koordinasi seluruh operasi yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan unsur terkait lainnya.

"Kami dalam rangka monitoring, terutama melihat kondisi kesiapan posko kita. Karena posko ini dijadikan pusat agar semua operasi kita terkoordinasi di sini," ujar Nurhidayah.

Selain peralatan pemadaman, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan dapur umum serta logistik bagi personel yang bekerja di lapangan.

"Kami juga mengecek kesiapan dapur umum dan logistik. Bagaimanapun juga, logistik ini adalah hal yang sangat penting bagi teman-teman personel yang bertugas ke lapangan," katanya.

Sebagai Ketua Tim Satgas Penanganan Karhutla Kobar, Nurhidayah mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca saat ini cukup panas dan berpotensi memperbesar risiko kebakaran.

"Oleh sebab itu, pada kesempatan ini saya selaku Ketua Tim Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kobar, selalu mengajak dan mengimbau masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kewaspadaan. Cuaca kita saat ini cukup panas dan ekstrem," tegasnya.

Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga yang melakukan pembakaran sampah juga diminta memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan lokasi tanpa pengawasan.

"Bagi masyarakat yang ingin melakukan pembukaan lahan, jangan menggunakan metode pembakaran. Kemudian, yang membakar sampah pun harap berhati-hati. Sasarannya ini bukan hanya lahan saja, tetapi bisa merembet ke permukiman juga kalau sampai lupa pengawasannya," ujarnya.

Pemkab Kobar akan terus memantau perkembangan karhutla serta memastikan kesiapan personel, peralatan, sumber air dan logistik selama masa penanganan diperpanjang. (WAHYU KRIDA/j)