BORNEONEWS, Sampit – Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ditargetkan rampung lebih cepat pada September 2026.
Saat ini, progres pembangunan PJU tersebut telah mencapai sekitar 30 persen. Seluruh 61 titik pondasi tiang PJU yang direncanakan telah selesai dikerjakan.
"Untuk PJU Jalan Kapten Mulyono, awal Agustus ada kontrak dan pengerjaan sudah jalan 30 persen. Artinya pondasi di 61 titik sudah selesai. Tinggal proses pengeringan dan nanti pemasangan tiang," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah, Rabu, 19 Agustus 2026.
Sesuai kontrak, proyek PJU Jalan Kapten Mulyono sebenarnya ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026. Namun, Dishub Kotim mengupayakan penyelesaian lebih cepat.
"Kami usahakan agar ini bisa di awal-awal September sudah terselesaikan, supaya kita bisa mengevaluasi dari segi penerangannya, terus dari segi keselamatan lalu lintas juga," katanya.
Raihansyah menjelaskan, setelah pondasi selesai dan proses pengeringan rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan tiang PJU.
Saat ini, tiang PJU masih dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa. Material kabel listrik juga masih dalam proses pengiriman.
Untuk instalasi listrik, Dishub Kotim merencanakan penggunaan sistem kabel bawah tanah di sepanjang ruas yang menjadi lokasi pembangunan.
"Kalau kabel bawah tanah, kita sudah menghubungi beberapa pemilik toko dan ruko. Prinsipnya mereka menyetujui. Untuk hal tersebut, kami juga berkoordinasi dengan PDAM dan PU," tambahnya.
Penerapan kabel bawah tanah dilakukan agar instalasi lebih tertata sekaligus menyesuaikan kondisi kawasan Jalan Kapten Mulyono yang terdapat sejumlah toko dan bangunan usaha.
Dalam proses pembangunan, terdapat satu titik pondasi PJU yang harus dipindahkan. Pergeseran dilakukan setelah adanya permintaan dari pemilik lahan karena posisi pondasi sebelumnya berada di tengah bidang tanah warga. Kontraktor dan konsultan kemudian melakukan penyesuaian terhadap titik pemasangan tersebut. Ia memastikan, perubahan posisi tersebut tidak akan mengganggu jangkauan pencahayaan di ruas Jalan Kapten Mulyono.
"Masih aman untuk pembiasan cahaya. Karena masih ada beberapa lampu milik masyarakat di perumahan dan juga dibantu pencahayaan dari salah satu ruko modern yang ada di situ," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









