BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat 189 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026 hingga 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, Rabu, 19 Agustus 2026 mengatakan, dari 189 kejadian tersebut tercatat 461 hotspot dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 859,490 hektar.
“Total kejadian karhutla tahun 2026 sampai 18 Agustus 2026 sebanyak 189 kejadian, dengan jumlah hotspot 461 titik dan luas terbakar 859,490 hektar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kobar.
Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian dan hotspot terbanyak. Tercatat 98 kejadian, 226 hotspot, dengan luas lahan terbakar mencapai 180,475 hektar.
Sementara itu, Kecamatan Kumai mencatat 63 kejadian dan 124 hotspot. Kumai menjadi wilayah dengan luas terbakar terbesar, yakni mencapai 584,41 hektar.
“Untuk Arut Selatan tercatat 98 kejadian dengan 226 hotspot dan luas terbakar 180,475 hektar. Sedangkan Kumai sebanyak 63 kejadian, 124 hotspot, dengan luas terbakar 584,41 hektar,” jelas Samuel.
Di Kecamatan Kotawaringin Lama tercatat 8 kejadian, 34 hotspot dan luas terbakar 32,1 hektar. Arut Utara mencatat 4 kejadian, 65 hotspot dan luas terbakar 30,5 hektar.
"Kemudian Pangkalan Banteng tercatat 10 kejadian, 12 hotspot dan luas terbakar 24 hektare. Sedangkan Pangkalan Lada mencatat 6 kejadian, dengan luas lahan terbakar mencapai 8,005 hektar," jelas Samuel. (WAHYU KRIDA/y)









