SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah.

"Kita menyadari bahwa harga pangan sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Ketika harga komoditas pangan meningkat, beban pengeluaran rumah tangga juga ikut meningkat," kata Bupati Kotim Halikinnor, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan Launching Penyaluran Bantuan Pangan Beras Periode Juli-September 2026 di Taman Kota Sampit. 

Lanjutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi langkah konkret pemerintah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

"Dalam konteks tersebut, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan," ujarnya.

Halikinnor menjelaskan, harga pangan yang terjangkau dapat membantu mengurangi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga. Program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat langsung, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, harus hadir ketika terjadi perubahan harga maupun pasokan pangan.

Ia berharap Gerakan Pangan Murah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotim.

"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," tegasnya.

Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan. Adapun beberapa komoditas yang tersedia beras SPHP 5 kilogram dan Minyakita 2 liter harga Rp90.000, beras Punokawan 5 kilogram dan Minyakita 3 liter Rp124.000, bawang merah Rp35.000, bawang putih Rp34.000, gula Rp17.500, telur Rp45.000, dan LPG 3 kilogram Rp22.000.

Selain membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga lebih terjangkau, kegiatan tersebut diharapkan ikut menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga pangan di Kotim. (DEWI PATMALASARI/H)