PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Bapperida Kabupaten Pulang Pisau menyoroti pentingnya penguatan kebijakan konvergensi dalam upaya mempercepat penurunan prevalensi stunting di daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ekspose Akhir Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting dalam Menurunkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Pulang Pisau yang digelar di Aula Bapperida, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kepala Bapperida Kabupaten Pulang Pisau, Bahkzar Efendi, mengatakan stunting merupakan salah satu isu strategis pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia.

“Permasalahan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh aspek kesehatan dan gizi, tetapi juga oleh kondisi sosial ekonomi keluarga, pola pengasuhan, sanitasi lingkungan, akses air bersih, ketahanan pangan, serta kualitas pelayanan dasar,” kata Bahkzar.

Menurutnya, kompleksitas persoalan tersebut membuat penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan pendekatan terintegrasi dengan melibatkan berbagai sektor pembangunan.

Bahkzar menyebut berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Kabupaten Pulang Pisau tercatat sebesar 27,9 persen. Angka tersebut masih berada di atas angka nasional.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan berbagai upaya percepatan penurunan stunting yang telah dilaksanakan selama ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kajian yang dilakukan Bapperida bertujuan memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai efektivitas kebijakan konvergensi stunting sekaligus merumuskan rekomendasi untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Kajian tersebut dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, yakni sejak Mei hingga Juli 2026. Adapun hasil kajian berupa laporan kajian dan policy brief yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam memperkuat strategi percepatan penurunan stunting.

“Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam memperkuat sinergi antarperangkat daerah, meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran, serta memastikan seluruh program yang dilaksanakan benar-benar terarah kepada keluarga dan wilayah yang menjadi prioritas penanganan stunting,” jelasnya.

Bahkzar juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun kajian, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pulang Pisau, seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kajian tersebut.

“Kami berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi masukan yang konstruktif dalam upaya mewujudkan generasi Kabupaten Pulang Pisau yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju tercapainya tujuan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya. (RETHA/H)