PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mengimbau seluruh masyarakat untuk membatasi dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Langkah pencegahan ini ditegaskan menyusul kian menurunnya kualitas udara di wilayah Kota Palangka Raya yang dipicu oleh paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengingatkan bahwa paparan asap karhutla secara terus-menerus sangat berbahaya bagi organ pernapasan.

Kualitas udara yang memburuk berpotensi tinggi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, batuk, hingga peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Riduan meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma, untuk lebih banyak melakukan kegiatan di dalam ruangan. Ia menegaskan pentingnya kesadaran mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga dari ancaman polusi udara yang merusak ini.

"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga Palangka Raya agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada urusan yang mendesak. Kondisi udara saat ini sangat tidak sehat, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terserang penyakit pernapasan," katanya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, Kadinkes sangat menyarankan untuk selalu menggunakan masker yang memiliki ketebalan memadai, seperti masker medis atau N95. Masker berfungsi meminimalkan masuknya partikel debu halus dan asap pembakaran ke dalam paru-paru.

Selain membatasi aktivitas dan memakai masker, masyarakat juga diminta untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memperbanyak konsumsi air putih.

"Jika mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas, pusing, atau iritasi parah, warga diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis sedini mungkin," pungkasnya. (HENDRI/H)