SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan sekitar 1.147 ton beras untuk disalurkan kepada 38.261 Penerima Bantuan Pangan (PBP) pada periode Juli, Agustus, dan September 2026.

Asisten Manager ADA & OPS Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Agung mengatakan, jumlah penerima bantuan pangan pada periode kali ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

“Untuk hari ini, khusus di Kotim untuk periode Juli, Agustus, September ini, penerimanya 38.261 penerima bantuan pangan. Jumlahnya itu sekitar 1.147 ton beras yang akan kita salurkan untuk periode ini,” katanya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ia menyebutkan, sebelumnya jumlah penerima bantuan pangan di Kotim sebanyak 37.754 orang. Jumlah tersebut kemudian meningkat sekitar 500 penerima menjadi 38.261 PBP.

Menurut Agung, peningkatan jumlah penerima terjadi karena adanya perluasan kelompok desil penerima bantuan. Jika sebelumnya bantuan diberikan kepada masyarakat yang masuk desil 1 hingga 2, pada periode kali ini cakupannya diperluas hingga desil 4.

“Peningkatan penerima karena ada peningkatan juga jumlah desilnya. Yang sebelumnya itu desil 1 sampai 2, untuk sekarang desilnya sampai dengan 4. Jadi desil 1 sampai dengan desil 4 yang penerimanya,” jelasnya.

Untuk penyaluran periode kali ini, bantuan yang diberikan hanya berupa beras. Hal tersebut sesuai penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Bulog.

“Untuk alokasi kali ini hanya beras saja. Penugasan dari Bapanas melalui Bulog, kita ditugaskan untuk tiga bulan alokasi itu berupa beras, masing-masing per bulan 10 kilogram,” ujarnya.

Dengan demikian, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras untuk tiga bulan alokasi. Bantuan tersebut disalurkan sekaligus untuk alokasi tiga bulan.

“Jadi, satu PBP menerima langsung tiga alokasi, 30 kilogram per PBP-nya. Masing-masing,” katanya.

Agung menargetkan seluruh proses distribusi beras dari Bulog ke kelurahan dan desa di wilayah Kotim dapat rampung pada pertengahan September 2026.

“Kalau dari Bulog sendiri, kita targetkan di pertengahan September pendistribusian berasnya sudah selesai. Kita sudah distribusikan semua ke kelurahan-kelurahan atau desa,” ungkapnya.

Setelah beras didistribusikan ke kelurahan maupun desa, masyarakat penerima bantuan dapat mengambil bantuan tersebut di lokasi yang telah ditentukan.

Agung menegaskan, tidak ada komoditas lain yang disalurkan pada periode bantuan pangan kali ini. Berbeda dengan periode sebelumnya yang juga mencakup minyak goreng, penyaluran saat ini khusus beras.

“Untuk alokasi sekarang, kita ditugaskan untuk beras saja. Alokasi sebelumnya ada minyak goreng, nah yang alokasi ini hanya beras saja,” pungkasnya. (DEVIANA/H)