NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sejumlah masyarakat di Kabupaten Lamandau mengeluhkan tingginya harga Pertalite yang dijual secara eceran.

Di tengah kondisi distribusi BBM yang belum sepenuhnya normal, harga Pertalite eceran disebut mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter.

Warga mengaku membeli BBM eceran bukan karena tidak ingin mengisi di SPBU. Namun, kondisi antrean panjang membuat sebagian masyarakat memilih membeli BBM eceran karena membutuhkan bahan bakar dalam waktu cepat.

“Bukan kami tidak mau antre di SPBU. Kalau antreannya panjang, kami juga tidak sanggup menunggu terlalu lama, apalagi kalau ada keperluan yang harus segera dilakukan,” keluh salah seorang warga.

Menurut warga, pembelian BBM eceran menjadi pilihan ketika kebutuhan bahan bakar tidak bisa ditunda.

Meski harus membayar lebih mahal, mereka tetap membeli karena kendaraan harus digunakan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Warga berharap kondisi distribusi BBM di Lamandau segera kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan Pertalite dengan harga yang terjangkau.

“Harapannya semoga kondisi BBM di Lamandau cepat pulih seperti semula. Kami ingin bisa mendapatkan BBM dengan mudah dan harga yang wajar, tanpa harus antre terlalu lama atau membeli dengan harga eceran yang tinggi,” harapnya.(NATALIA KRISTIN/R)