KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aroma gurih gorengan hangat dan kue-kue manis menyelimuti area Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas. Di balik dinding pembinaan, tangan-tangan terampil Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Perempuan sibuk mengolah adonan hingga siap disajikan ke meja penjualan.

Usaha dan kreativitas para warga binaan tersebut membuahkan hasil manis. Berbagai produk olahan makanan buatan mereka kini menjadi salah satu komoditas yang paling diminati dan laris manis di koperasi Rutan Kapuas. Sambutan hangat tak hanya datang dari sesama warga binaan, tetapi juga dari masyarakat yang berkunjung.

Aktivitas memproduksi kuliner ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kemandirian WBP Perempuan. Melalui ruang kreasi ini, mereka diberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan jiwa produktif, serta menyalurkan kreativitas selama menjalani masa pidana.

Cita rasa yang lezat serta kualitas olahan yang terjaga menjadi alasan utama jajanan buatan warga binaan ini terus dicari. Keberhasilan produk ini di koperasi menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan kemandirian yang berjalan di Rutan Kapuas memberikan dampak positif dan terukur.

Kepala Rutan Kapuas, Daniel Kristianto, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian ditujukan sebagai bekal konkret agar para warga binaan memiliki keahlian yang bermanfaat kelak. Pihaknya terus mendorong pengembangan potensi diri, khususnya bagi warga binaan perempuan, agar mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomis.

"Kami terus mendorong Warga Binaan, khususnya Warga Binaan Perempuan, untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimiliki. Produk gorengan dan aneka kue ini merupakan hasil dari kreativitas dan kerja keras mereka, dan kami bersyukur produk tersebut mendapat sambutan yang baik dari Warga Binaan maupun para pengunjung," ujar Daniel, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ke depan, Rutan Kapuas berkomitmen memperkuat pendampingan program kemandirian ini. Keterampilan dan rasa percaya diri yang terbangun diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi para warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif. (SABRIANOOR/j)