SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mewacanakan rapat dengar pendapat (RDP) lintas komisi untuk membahas maraknya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sampit.

"Kita ada wacana mau memanggil pihak Depot Pertamina Sampit terkait maraknya antrean panjang di SPBU," kata Ketua Komisi II DPRD Kotim Akhyannoor, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurutnya, persoalan antrean BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi bahan bakar. Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, perekonomian, hingga kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.

Karena itu, DPRD Kotim mempertimbangkan pelaksanaan RDP dengan melibatkan seluruh komisi yang memiliki keterkaitan dengan persoalan tersebut.

"Kami mau RDP dengan lintas Komisi I, II, III dan IV, keterkaitan yang membidangi pemerintah, ekonomi, termasuk jalan," ujarnya.

Akhyannoor menjelaskan, pelibatan lintas komisi diperlukan agar persoalan antrean panjang di SPBU dapat dibahas dari berbagai aspek.

Melalui RDP tersebut, DPRD Kotim berharap dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi distribusi BBM di Sampit dan solusi agar mengurangi antrean panjang yang telah berlangsung berminggu-minggu.  (DEWI PATMALASARI/j)