BORNEONEWS, Sampit – Kabut asap tipis menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada siang hari, Kamis, 20 Agustus 2026. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kotim.
Pantauan di sejumlah ruas jalan menunjukkan kabut asap terlihat di Jalan Pramuka, Pemuda, Jenderal Sudirman, Kapten Mulyono, HM Arsyad dan sejumlah jalan lainnya.
Selain asap, partikel sisa kebakaran lahan juga beterbangan dan terbawa angin. Kondisi tersebut membuat sebagian warga mengeluhkan mata perih, tenggorokan kering hingga gangguan pernapasan.
Sejumlah warga yang beraktivitas di luar rumah terlihat menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan partikel debu. Namun, masih banyak warga yang tetap beraktivitas tanpa menggunakan masker.
Astuti, warga Jalan Pramuka, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Ia menyebut kabut asap biasanya lebih terasa pada pagi hari, tetapi kini mulai muncul hingga siang.
"Memang kalau kebakaran banyak kelelatu beterbangan di sini. Biasanya pagi hari dan malam kabut asapnya, tapi ini sudah dua hari kalau tidak salah, siang-siang tetap kabut," kata Astuti, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kabut asap yang menyelimuti Sampit tidak terlepas dari aktivitas karhutla yang semakin masif di wilayah Kotim.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam periode 24 jam terakhir tercatat 882 titik panas atau hotspot di Kotim.
Sementara itu, berdasarkan ISPUnet, kualitas udara di Sampit terakhir terpantau tidak sehat pada pagi hari. Namun, data kualitas udara pada siang hari untuk wilayah Sampit tidak tersedia. (DEWI PATMALASARI/H)









