BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kualitas udara di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kapuas.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, indeks kualitas udara tercatat berada pada angka 107. Parameter yang menjadi perhatian utama adalah partikulat halus PM2,5.
“Kualitas udara, indeks 107, parameter kritis PM2,5, kategori tidak sehat bagi keluarga sensitif,” demikian informasi yang disampaikan Kepala BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Kabupaten Kapuas saat ini tengah menghadapi musim kemarau yang berimbas pada meningkatnya laporan kejadian karhutla di sejumlah wilayah. Asap dari kebakaran lahan berpotensi memperburuk kualitas udara, terutama ketika kondisi cuaca kering dan angin membawa asap ke kawasan permukiman.
Di sisi lain, petugas gabungan saat ini masih disibukkan dengan upaya penanggulangan karhutla sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lanjutan. Penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.
BPBD Kapuas mengingatkan kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi keluarga dengan anggota yang sensitif terhadap paparan polusi udara. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau masih berlangsung. (SABRIANOOR/j)









