PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih menjadi perhatian serius. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, luas lahan yang terdampak karhutla tercatat mencapai 658,9 hektare.

Kepala Bidang Operasi Satgas karhutla Kabupaten Kotawaringin Barat 2026, Dwi Agus Suhartono, S.E., M.Acc, mengatakan berdasarkan data Satgas Karhutla Kobar, sebanyak 400 hotspot atau titik panas terpantau selama periode 1 hingga 20 Agustus 2026.

Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan jumlah akumulasi hotspot yang terdeteksi sepanjang periode tersebut, bukan jumlah titik panas yang masih aktif secara bersamaan.

"Jumlah total mulai dari tanggal 1 Agustus sampai tanggal 20 ini sudah ada 400 titik hotspot. Itu bukan titik yang eksis, tetapi jumlah akumulasi dari tanggal 1 sampai tanggal 20 dan sudah tertangani semua," ujar Dwi.

Menurutnya, penanganan karhutla terus dilakukan oleh tim gabungan dengan mengerahkan personel ke sejumlah lokasi yang masih mengalami kebakaran.

Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Tagana, Manggala Agni, KPHP, relawan serta personel TNI-Polri.

Besarnya luas lahan yang terdampak membuat Satgas terus melakukan pemantauan sekaligus mempercepat penanganan pada titik-titik kebakaran yang berpotensi meluas.

Selain pemadaman, pemantauan terhadap kemunculan hotspot juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

Dwi mengingatkan masyarakat turut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan ketika kondisi cuaca dan lahan dalam keadaan kering. (AHMAD SYARIF/J)