BORNEONEWS, Sampit – Masa purna bakti dinilai bukan menjadi akhir dari pengabdian. Para anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan tetap produktif dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
"Masa purna bakti tetap menjadi masa yang produktif, sejahtera dan bermartabat. PWRI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional dan tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan para lanjut usia," kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis, 20 Agustus 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri syukuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-64 PWRI tahun 2026.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus melanjutkan semangat kemerdekaan melalui karya, pengabdian dan kontribusi nyata bagi bangsa serta daerah.
Ia mengatakan kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Karena itu, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan berkontribusi mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera dan berkeadilan.
Lanjutnya, ia menilai anggota PWRI memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Pengalaman, pengetahuan, keteladanan dan nilai pengabdian yang dimiliki para purnabakti disebut sebagai modal sosial yang berharga bagi generasi penerus.
"Atas nama Pemkab Kotim, saya menyampaikan selamat HUT ke-64 kepada Persatuan Wredatama Republik Indonesia. Semoga PWRI senantiasa menjadi wadah yang solid, aktif dan bermanfaat bagi para purnabakti sekaligus terus memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan daerah," ujarnya.
Ia menegaskan, memasuki masa purnabakti tidak berarti semangat pengabdian harus berhenti. Para wredatama masih dapat berperan melalui pengalaman yang dimiliki, termasuk memberikan nasihat dan membimbing generasi muda.
"Walaupun telah memasuki masa purnabakti, semangat pengabdian tidak boleh berhenti. Justru dengan pengalaman yang dimiliki, para wredatama dapat terus menjadi sumber inspirasi, memberikan nasihat, serta ikut membimbing generasi muda agar memiliki karakter, integritas, dan semangat membangun daerah," katanya.
Halikinnor berharap PWRI terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kotim dengan memberikan masukan dan pemikiran konstruktif, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Ia juga berharap momentum syukuran HUT PWRI semakin mempererat silaturahmi antara anggota PWRI, pemerintah daerah dan masyarakat.
"Mari kita rawat kebersamaan, persaudaraan dan semangat gotong-royong demi Kotawaringin Timur yang semakin maju," tuturnya.
Sementara itu, HUT ke-64 PWRI tahun ini mengangkat tema satu tekad, satu jiwa, memperkokoh solidaritas wredatama demi kesejahteraan bersama. Tema tersebut memiliki makna bahwa meskipun seseorang telah menyelesaikan tugas secara administratif, semangat pengabdian kepada bangsa dan negara tidak ikut berakhir.
"Saya berharap tema ini benar-benar dapat diwujudkan dalam kehidupan organisasi dan kehidupan bermasyarakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









