PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Puluhan anggota Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya mendapat pemeriksaan kesehatan setelah menjalani pemadaman dengan intensitas tinggi. Dari pemeriksaan tersebut, sejumlah personel ditemukan mengalami keluhan batuk ringan akibat sering terpapar asap dan debu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik personel tetap terjaga selama bertugas di lingkungan dengan risiko kesehatan cukup tinggi.

"Ini merupakan bentuk perhatian Pemkot Palangka Raya terhadap kondisi kesehatan anggota Satgas Karhutla. Mereka menghadapi kondisi lingkungan yang cukup berat, mulai dari paparan asap, debu, panas, hingga aktivitas fisik yang menguras tenaga selama proses pemadaman," kata Riduan di Palangka Raya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah dan kondisi kesehatan umum. Personel juga mendapatkan vitamin serta obat-obatan sesuai keluhan dan hasil pemeriksaan.

Riduan mengatakan paparan asap yang berulang menjadi perhatian, terutama bagi personel yang setiap hari terlibat langsung dalam pemadaman karhutla.

"Kami menemukan beberapa anggota mengalami batuk ringan. Karena itu, kami memberikan obat dan vitamin serta mengingatkan mereka untuk tetap menjaga kondisi tubuh selama bertugas," ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara berkala selama intensitas penanganan karhutla masih tinggi.

Personel juga diminta disiplin menggunakan perlengkapan pelindung untuk mengurangi paparan asap, debu maupun kondisi lingkungan lainnya selama melakukan pemadaman.

Riduan mengingatkan petugas tidak mengabaikan gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, pusing maupun kelelahan berlebihan.

"Kami berharap seluruh anggota satgas tetap menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan. Jangan sampai kondisi kesehatan menurun karena dapat mempengaruhi keselamatan dan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas," katanya.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di tengah tingginya kejadian karhutla di Kota Palangka Raya.

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, selama periode 1 Juni hingga 19 Agustus 2026 tercatat 298 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar sekitar 261,41 hektare.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak.

"Selama periode 1 Juni sampai 19 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 298 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 261,41 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya diikuti wilayah Kecamatan Sebangau," katanya.

Data BPBD mencatat 188 kejadian di Jekan Raya, 68 kejadian di Sebangau, 25 kejadian di Pahandut dan delapan kejadian di Bukit Batu. Sementara Rakumpit disebut tidak mencatat kejadian karhutla dalam periode tersebut.

Tingginya frekuensi pemadaman membuat perlindungan kesehatan personel menjadi bagian penting agar kemampuan Satgas Karhutla tetap terjaga selama operasi di lapangan.