TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Timur tidak ingin upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak berhenti sebatas sosialisasi. Para kader didorong mengambil peran lebih aktif sebagai pelopor perlindungan dengan memulai gerakan tersebut dari lingkungan keluarga.

Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Barito Timur, Misnawaty M Yamin, saat memimpin Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kecamatan Pematang Karau dan Kecamatan Paku, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Pematang Karau pada pagi hari kemudian dilanjutkan di Kecamatan Paku hingga sore tersebut turut dihadiri Ketua I Bidang Pembinaan dan Karakter Keluarga, Rada Karuniani Adi Mula Nakalelu, jajaran TP PKK kecamatan serta para kader.

Misnawaty menegaskan, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam menciptakan rasa aman bagi perempuan dan anak. Menurutnya, pencegahan kekerasan dapat dibangun melalui komunikasi yang sehat, sikap saling menghormati serta kasih sayang di dalam keluarga.

“Kita ingin keluarga menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak. Karena itu, mari kita mulai pencegahan dari keluarga kita sendiri, dengan membangun komunikasi yang baik, saling menghormati dan memberikan kasih sayang,” ujarnya.

Misnawaty menilai kader PKK memiliki posisi strategis dalam gerakan tersebut karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. Karena itu, kader tidak cukup hanya memahami bentuk dan dampak kekerasan, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak yang berani menyampaikan edukasi serta mendorong masyarakat tidak menutup mata terhadap kasus kekerasan.

Komitmen itu kemudian diwujudkan melalui Ikrar Komitmen Bersama yang dipandu Rada Karuniani. Seluruh peserta berdiri dan menyatakan kesediaan menolak segala bentuk kekerasan, membangun keluarga dengan kasih sayang dan komunikasi yang baik serta tidak membiarkan maupun membenarkan tindakan kekerasan.

Para peserta juga berkomitmen berani bersuara apabila mengetahui adanya tindak kekerasan sekaligus ikut menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak.

Ikrar tersebut ditutup dengan seruan bersama untuk mencegah kekerasan, melindungi perempuan dan anak serta mewujudkan keluarga yang aman, harmonis dan sejahtera. Seruan itu kemudian disambut dengan semangat “Barito Timur SEGAH” yang merupakan akronim dari Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis.

Usai ikrar, Misnawaty kembali mengingatkan kader agar komitmen tersebut tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Ia menitipkan tiga pesan utama yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, yakni peduli terhadap sesama, berani mencegah kekerasan dan bersama-sama memberikan perlindungan.

“ Mari kita tanamkan tiga hal, peduli terhadap sesama, berani mencegah kekerasan, dan bersama memberikan perlindungan,” ajaknya.

Menurut Misnawaty, perlindungan perempuan dan anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun TP PKK. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah kekerasan sekaligus memberikan ruang aman bagi korban untuk mendapatkan perlindungan.

“Mari kita wujudkan Kabupaten Barito Timur yang aman bagi perempuan, ramah bagi anak, dan harmonis bagi setiap keluarga,” lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Barito Timur berharap kader dapat membawa pengetahuan dan semangat yang diperoleh ke tengah keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan demikian, sosialisasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun keluarga yang aman, harmonis dan sejahtera.

Upaya tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pencegahan kekerasan harus dimulai sedini mungkin, dari lingkungan terdekat dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Lindungi perempuan, sayangi anak dan jaga keluarga. (AGUSTINUS BOLE MALO/Y)