PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dapur umum untuk mendukung operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat menyiapkan sekitar 50 hingga 100 porsi makanan setiap hari bagi petugas gabungan dan relawan yang berjibaku melakukan penanganan di lapangan.

Kepala Dinas Sosial Kobar Hazriansyah mengatakan, jumlah makanan yang disiapkan setiap hari menyesuaikan dengan jumlah personel serta kebutuhan di lokasi pemadaman.

“Memang kita menyesuaikan dengan personel yang ada, 50 sampai 100 biasanya,” kata Hazriansyah, Jumat, 21 Agustus 2026.

Konsumsi tersebut diperuntukkan bagi personel dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI-Polri, Basarnas, relawan hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dari desa maupun kelurahan yang terdampak karhutla.

Menurutnya, dalam kondisi tertentu jumlah konsumsi yang disiapkan bisa mencapai lebih dari 100 porsi. Sebab, petugas yang berada di lokasi pemadaman juga terkadang meminta makanan dikirim langsung dari dapur umum.

“Bisa jadi lebih dari seratus. Memang kita lihat situasinya,” ujarnya.

Hazriansyah menjelaskan, kebutuhan bahan makanan selama ini didukung oleh anggaran dari instansi terkait. Namun apabila penanganan karhutla terus berlangsung dalam waktu panjang, ketersediaan anggaran dan logistik tentunya memiliki keterbatasan.

Karena itu, pihaknya juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan secara sukarela.

Bantuan yang dibutuhkan bukan hanya makanan. Petugas yang bekerja di tengah panas dan asap juga membutuhkan suplemen serta vitamin untuk menjaga kondisi fisik dan daya tahan tubuh.

“Teman-teman di lapangan bukan hanya makanan pokok tiga kali sehari yang dibutuhkan. Karena menguras energi, kadang perlu suplemen dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka,” katanya.

Selain kebutuhan bagi petugas di lapangan, dapur umum juga menghadapi keterbatasan tenaga relawan memasak. Hazriansyah menyebut para relawan telah bekerja hampir 14 hari sehingga perlu adanya pergantian agar mereka mendapat kesempatan beristirahat.

Menurutnya, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membantu proses memasak dalam jumlah besar. Karena itu, tambahan tenaga relawan sangat dibutuhkan agar petugas dapur umum dapat bekerja secara bergantian.

“Harapannya tidak hanya yang bersangkutan terus yang masak. Ada yang lain juga bisa bergantian, minimal satu atau dua hari istirahat. Jadi bisa rolling,” ujarnya.

Untuk kebutuhan yang saat ini dinilai paling mendesak, Hazriansyah menyebut suplemen dan vitamin bagi petugas serta relawan menjadi salah satu prioritas.

Kondisi panas dan beratnya aktivitas pemadaman membuat energi personel di lapangan cepat terkuras.

“Yang menurut saya paling dibutuhkan itu suplemen dan vitamin. Karena mereka berada dalam kondisi panas dan energi cepat terkuras. Kalau untuk makan sehari, insyaallah sudah tercukupi,” pungkas Hazriansyah. (AHMAD SYARIF/J)