BORNEONEWS, Pangkalan Bun-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) berencana meningkatkan intensitas pelaksanaan Pasar Inflasi sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar, Muhamad Suhendra, mengatakan kegiatan tersebut ke depan akan dilaksanakan secara rutin sedikitnya empat kali dalam satu bulan.
“Konsep Pasar Inflasi ini akan diintensifkan dan rutin kita laksanakan setidaknya empat kali dalam satu bulan, yaitu setiap hari Rabu, dalam rangka pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, lokasi pelaksanaan tidak akan terpaku pada satu tempat. Pemerintah daerah Kabupaten Kobar akan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Untuk lokasi pelaksanaannya akan kita sesuaikan dengan situasi dan kebutuhan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan keberadaan Pasar Inflasi secara bijak. Ia mengingatkan agar masyarakat membeli barang sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Harapannya masyarakat agar dapat memanfaatkan momen Pasar Inflasi ini dengan sebaik-baiknya dengan cara berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” ucap Muhamad Suhendra.
Hingga Kamis, 21 Agustus 2026, Pasar Inflasi telah terlaksana sebanyak sembilan kali atau putaran. Kegiatan tersebut sebelumnya digelar di sejumlah lokasi berbeda untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Rinciannya, enam kali pelaksanaan berlangsung di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, satu kali di Desa Kumpai Batu Bawah, satu kali di Pangkalan Bun Park dan pelaksanaan kesembilan digelar di Pasar Cempaka Kumai.
Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Kobar juga membuka peluang membawa Pasar Inflasi ke wilayah kecamatan lainnya. Salah satu lokasi yang tengah diwacanakan adalah Despot atau Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama.
Namun, rencana tersebut masih akan dibahas dan dikoordinasikan bersama tim Pasar Inflasi yang selama ini terlibat dalam penyediaan kebutuhan masyarakat.
“Wacana untuk hadir di kecamatan lain seperti di Despot, Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama memang ada, tapi nanti kita koordinasikan dulu dengan tim Pasar Inflasi lainnya,” jelasnya.
Tim tersebut melibatkan sejumlah instansi dan mitra, yakni Dinas Pertanian Kobar, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kobar, Perum Bulog Cabang Kobar serta Pertamina Patra Niaga Kumai/Pangkalan Bun.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga terlihat dari penjualan LPG 3 kilogram di Pasar Cempaka Kumai. Sebanyak 75 tabung yang disediakan dalam kegiatan tersebut habis terjual.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pokok yang ditawarkan melalui Pasar Inflasi.
Pemerintah Kabupaten Kobar pun terus mendorong agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. (NURITA/Y)









