BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyiapkan sejumlah langkah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga sekolah di tengah kemarau serta dampak polusi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Disdikbud Kobar Muhammad Alamsyah, Jumat, 21 Agustus 2026 mengatakan, langkah mitigasi telah disiapkan sejak jauh hari dan sekolah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi di lapangan.
"Mitigasi sudah kita siapkan sejak jauh hari. Sekolah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan pelaksanaan kegiatan apabila kondisi sudah masuk kategori darurat," jelas Muhammad Alamsyah,
Melalui Surat Edaran Nomor 824/1561/Sekr/Dikbud, Disdikbud Kobar mewajibkan seluruh warga sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, menggunakan masker, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Kesehatan dan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas. Karena itu, penggunaan masker wajib dilakukan, khususnya saat berada di luar ruangan," jelas Muhammad Alamsyah.
Disdikbud juga meminta sekolah menghentikan sementara kegiatan di luar ruangan seperti upacara, olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler apabila kualitas udara mengalami penurunan akibat asap karhutla.
Jika kualitas udara mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, PAUD, siswa SD kelas 1 hingga 6, serta siswa SMP kelas 7 dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.
"Untuk kondisi udara yang sangat tidak sehat sampai berbahaya, sekolah dapat menerapkan PJJ untuk jenjang dan kelas yang sudah ditentukan dalam edaran. Sementara SMP kelas 8 dan 9 tetap tatap muka dengan pengurangan jam belajar," jelas Muhammad Alamsyah.
Muhammad Alamsyah menambahkan, jam mulai pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Sekolah dapat memulai kegiatan belajar pukul 07.30 WIB atau menyesuaikannya dengan kondisi lingkungan masing-masing.
"Kalau sekolah menerapkan PJJ atau melakukan perubahan jam belajar, wajib memberitahukan kepada Disdikbud. Ini penting agar koordinasi dan pemantauan tetap berjalan," jelas Muhammad Alamsyah.
Untuk memastikan kondisi udara, sekolah diminta melakukan pemantauan secara berkala melalui sumber resmi BMKG maupun aplikasi IQAir. Warga sekolah juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memperbanyak minum air putih.
"Kami meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di sekitar lingkungan sekolah. Jika terjadi kebakaran, segera koordinasikan dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kobar agar dapat ditangani secepatnya," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)









