BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kabut asap yang kian parah di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Salah satu penerbangan yang terdampak adalah maskapai Nam Air rute Jakarta (CGK)-Pangkalan Bun (PKN). Kondisi jarak pandang yang menurun akibat asap membuat waktu kedatangan pesawat mengalami keterlambatan.
Distrik Manager Nam Air Pangkalan Bun, Hendrik Ardiansah, mengatakan gangguan aktivitas penerbangan akibat kabut asap sebenarnya sudah dirasakan hampir dua pekan terakhir.
Namun, kondisi tersebut semakin parah dalam lima hari terakhir. Asap yang menyelimuti wilayah Kobar menyebabkan jarak pandang menurun dan berdampak terhadap jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat.
“Gangguan aktivitas penerbangan ini sudah dirasakan hampir dua minggu terakhir. Akan tetapi, lima hari terakhir semakin parah, karena asap mengganggu jarak pandang aman untuk penerbangan,” ujar Hendrik, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan asap atau smoke menyebabkan jarak pandang berada di bawah batas minimum (visibility below minimum), yakni berkisar antara 500 hingga 1.500 meter.
Hendrik mencontohkan penerbangan Nam Air IN190 rute Jakarta-Pangkalan Bun. Dalam kondisi normal, pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Iskandar pada pukul 06.45 WIB.
Namun, akibat kondisi jarak pandang yang terganggu kabut asap, pesawat tersebut baru dapat mendarat di Pangkalan Bun sekitar pukul 09.05 WIB.
Keterlambatan itu kemudian berdampak terhadap penerbangan lanjutan dengan rute Pangkalan Bun-Semarang (PKN-SRG). Jadwal normal keberangkatan yang seharusnya pukul 07.15 WIB harus mengalami penundaan.
“Gangguan tersebut mengakibatkan schedule PKN-SRG yang normalnya ETD 07.15, akhirnya baru diberangkatkan jam 09.30,” kata Hendrik.
Menurut Hendrik, gangguan penerbangan akibat kabut asap tidak hanya berdampak terhadap penumpang, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Keterlambatan penerbangan dapat menghambat mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, distribusi barang, hingga aktivitas sektor pariwisata dan jasa yang mengandalkan transportasi udara.
“Dampaknya tentu cukup luas, karena penerbangan berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Ketika jadwal terganggu, aktivitas penumpang maupun penerbangan lanjutan juga ikut terdampak,” jelasnya.
Bandara Iskandar sendiri menjadi salah satu akses transportasi udara utama bagi masyarakat Kabupaten Kobar dan wilayah sekitarnya.
Kondisi kabut asap yang terus memburuk, berpotensi kembali mengganggu jadwal penerbangan, apabila jarak pandang belum memenuhi batas aman operasional.
Karena itu, kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi salah satu faktor penting yang terus dipantau dalam memastikan keselamatan penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. (DANANG/H)
Dampak Kabut Asap juga Ganggu Penerbangan Nam Air ke Pangkalan Bun
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sebulan Penerbangan Lumpuh Total, Nam Air Sampit Bergerak Bantu Satgas Karhutla
Penerbangan Wings Air Sampit-Surabaya Juga Batal Akibat Kabut Asap Karhutla
Menhub: Erupsi GAK Berdampak pada 2.961 Penerbangan
Sudah 2 Hari Dua Penerbangan di Bandara H Asan Sampit Batal Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Bandara Tjilik Riwut Sesuaikan Penerbangan di Tengah Kabut Asap
Sepekan Lebih Penerbangan ke Muara Teweh Dibatalkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







