BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kabut asap mulai terasa di Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat, 21 Agustus 2026.
Meski jarak pandang masih relatif normal dan belum terganggu secara signifikan, bau serta udara berasap mulai dirasakan warga, terutama pengguna jalan yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sehari sebelumnya kualitas udara Kuala Kapuas tercatat berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, indeks kualitas udara pada Kamis, 20 Agustus 2026, mencapai 107 dengan parameter kritis partikulat halus PM2,5.
Warga mengaku kondisi udara berasap paling terasa ketika malam mulai larut hingga pagi. "Mulai mendekati tengah malam paling terasa sampai pagi, kabut asapnya," ucap Wardi, warga Kapuas.
Kondisi tersebut membuat keberadaan asap mulai dirasakan meskipun secara visual belum sampai mengganggu pandangan pengguna jalan.
Munculnya kabut asap di tengah kondisi pandangan yang masih normal menunjukkan bahwa gangguan kualitas udara tidak selalu langsung terlihat secara kasatmata.
Partikel halus seperti PM2,5 justru menjadi salah satu parameter penting dalam penilaian kualitas udara karena dapat tetap berada di udara ketika jarak pandang belum mengalami penurunan berarti.
Situasi ini juga terjadi ketika Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas telah meminta sekolah menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kabut asap.
Sekolah diminta mengurangi aktivitas peserta didik di luar ruangan, meniadakan upacara atau apel di lapangan, serta mengimbau penggunaan masker.
Waktu pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan mengurangi durasi satu jam pelajaran dari 45 menit menjadi 30 menit bagi sekolah yang terdampak.
Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap kualitas udara tidak terlepas dari kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung dan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kapuas.
BPBD Kapuas sebelumnya mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok sensitif, agar mewaspadai paparan polusi udara serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau.
Dengan kabut asap mulai terasa pada malam hingga pagi, masyarakat pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara, meski jarak pandang masih terlihat normal. (SABRIANOOR/R)









