BORNEONEWS, Nanga Bulik – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau sejak Kamis, 20 Agustus 2026. Kebakaran tersebut terus dalam penanganan tim gabungan.
Api membakar lahan dan semak belukar dengan tipe kebakaran permukaan. Petugas terus melakukan pemadaman dan penyisiran untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke area lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan tim langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran. Personel gabungan yang terlibat terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, PDAM, serta masyarakat Desa Kujan.
“Dari pagi sampai malam tim masih melakukan penanganan. Api belum sepenuhnya padam, sehingga personel tetap berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pemantauan,” ujar Hendikel, Jumat, 21 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil penanganan sementara, sekitar 27 hektare lahan telah berhasil dipadamkan. Petugas menggunakan tiga unit truk tangki BPBD serta mesin apung dengan dukungan sumber air dari PDAM Lamandau.
“Kurang lebih 27 hektare sudah berhasil dipadamkan. Tetapi masih ada beberapa titik yang harus ditangani, jadi kami terus melakukan upaya pemadaman,” katanya.
Hendikel menjelaskan, kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Tidak tersedianya akses jalan menuju sejumlah titik api membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh lokasi secara langsung.
“Kendalanya, ada titik api yang tidak bisa dijangkau kendaraan karena tidak ada akses jalan untuk roda dua, roda empat maupun roda enam. Jadi personel harus menyesuaikan cara penanganan di lapangan,” jelas Hendikel.
Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, api di lokasi karhutla Desa Kujan masih belum sepenuhnya padam. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.
“Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Fokus kami saat ini adalah memadamkan api dan mencegah agar kebakaran tidak meluas,” tegas Hendikel.
Di tengah proses penanganan, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi kebakaran sekaligus memastikan upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan.
“Kita turun langsung melihat kondisi di lapangan dan memastikan tim terus bekerja melakukan penanganan. Mudah-mudahan api bisa segera kita padamkan,” ujar Rizky.
Bupati Rizky juga meminta masyarakat memberikan dukungan kepada petugas yang masih berjibaku menangani karhutla. Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan selama berada di lokasi.
“Mohon doanya dari seluruh masyarakat Lamandau, semoga api ini segera bisa dipadamkan dan tidak meluas. Semoga seluruh petugas yang bekerja di lapangan selalu diberikan keselamatan,” kata Rizky.
Pemerintah Kabupaten Lamandau bersama BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (NATALIA KRISTIN/j)









