PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 11 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah turut ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan keikutsertaan UMKM binaan Kalteng menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Gelaran ini menjadi wadah sinergi Bank Indonesia bersama 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis untuk memperkuat UMKM melalui akses pembiayaan, digitalisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan pasar.

Dari 11 UMKM binaan BI Kalteng, dua di antaranya mengikuti pameran secara luring, yakni Griya Batik Umiy Lasega dan Dapur S'best. Sementara sembilan UMKM lainnya berpartisipasi melalui pameran daring.

“Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi UMKM Kalteng untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas,” ujar Yuliansah, Jumat, 21 Agustus 2026.

Griya Batik Umiy Lasega menjadi salah satu UMKM yang menunjukkan keberhasilan dalam menembus pasar global. UMKM yang bergerak di bidang wastra dan ready to wear tersebut telah memasarkan produknya ke sejumlah negara, di antaranya Polandia dan Belanda.

UMKM tersebut juga terus melakukan inovasi dengan memanfaatkan malam berbahan kelapa sawit serta mengembangkan motif batik pada kain linen. Salah satu karya yang ditampilkan dalam Hall of Inspiration (HoI) KKI 2026 adalah Motif Legenda Rusa Borneo.

Motif tersebut terinspirasi dari hutan Kalimantan dengan memadukan elemen flora khas Borneo dan simbol ketahanan, pertumbuhan, keseimbangan, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

Sementara itu, Dapur S'best yang bergerak di sektor makanan olahan juga telah memperluas pasar hingga Australia dan Bangladesh. UMKM tersebut bahkan menjadi mitra pemasok makanan bagi SPPG dalam mendukung penyediaan makanan bergizi gratis.

Keterlibatan kedua UMKM tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendorong pelaku usaha naik kelas. Pengembangan dilakukan mulai dari kelompok subsisten, UMKM potensial, terhubung dengan pasar dan pembiayaan, go digital, hingga menuju go ekspor.

Pembinaan tersebut mencakup penguatan korporatisasi, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pembiayaan.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026 menegaskan penguatan UMKM ke depan diarahkan pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya.

KKI 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam.

Dengan keterlibatan UMKM Kalteng, BI berharap produk unggulan daerah tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi terus berkembang hingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. (MARINI/j)