BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau memastikan sepanjang tahun 2016 tidak ada data kasus demam berdarah dengue (DBD). Empat kasus DBD di Kecamatan Sematu Jaya yang disebut-sebut terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir ini, murni kasus pertama yang masuk tahun 2017.

"Seingat kami, pada 2016 lalu itu nihil, tidak ada kasus DBD di Lamandau. (Empat kasus di Desa Purwareja, Sematu Jaya) ini saja bahkan merupakan kasus pertama yang masuk (di data Dinkes)," ungkap Kepala Seksie (Kasie) Wabah dan Bencana Dinkes Lamandau, Mahrus Efendi kepada Borneonews, di Nanga Bulik, Kamis (12/1/2017).

Mahrus menjelaskan, kasus di Sematu Jaya, tepatnya Desa Purwareja RT 5, itu baru dilaporkan hanya ada satu kasus. Itupun baru diketahui setelah keluarga merawat korban di RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, beberapa hari terakhir ini.

"Namun, setelah kami (Dinkes) mendapatkan laporan (adanya pasien DBD yang dirawat di RSUD), Selasa (10/1/2016)  kami dari seksi Wabah dan Bencana Dinkes melakukan survei suspec di sekitar tempat tinggal korban yang pertama (RT 5), diketahui ternyata ada dua orang tetangganya yang mengeluh sakit panas dan gejala muntah-muntah, dan setelah saat itu diperiksa darahnya diketahui bahwa kedanya positif DBD," bebernya.

Adapun untuk warga positif terjangkit DBD di RT 1, sambung Mahrus, baru diketahui berdasarkan laporan warga yang mengetahui sang korban telah dirujuk ke RSUD Pangkaln Bun, pada kisaran tanggal 7 Januari 2017 lalu.

"Intinya, hingga saat ini data warga terjangkit virus nyamuk aides aigepty yang masuk di Dinkes ada empat orang. Kesemuanya di desa Purwareja, kecamatan Sematu Jaya. Belum ada lagi laporan dari daerah lain," tukasnya. (HENDI NURFALAH/N).