PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Persoalan drainase menjadi salah satu kebutuhan infrastruktur yang disampaikan anggota DPRD Kota Palangka Raya saat melakukan komunikasi dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta.

Anggota DPRD Palangka Raya dari Fraksi PAN, Arif M Norkim, mengatakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian yakni penanganan dan normalisasi saluran drainase di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya.

Menurutnya, infrastruktur drainase memiliki peran penting dalam mengantisipasi genangan, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Kondisi saluran yang tidak optimal dapat memperbesar potensi air menggenang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Salah satu persoalan yang dibahas yakni kebutuhan penanganan dan normalisasi saluran drainase di Palangka Raya,” kata Arif, Jumat 21 Agustus 2026.

Ia menilai persoalan drainase tidak boleh hanya dilihat sebagai pekerjaan teknis semata. Penanganannya harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan kota yang berkelanjutan, termasuk memastikan kapasitas saluran sesuai dengan perkembangan kawasan dan kebutuhan masyarakat.

Arif berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur daerah, mengingat kemampuan fiskal Kota Palangka Raya memiliki keterbatasan.

“Infrastruktur drainase menjadi perhatian karena berkaitan dengan upaya mengurangi genangan ketika hujan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan drainase membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari normalisasi saluran hingga peningkatan kualitas sistem drainase. Dengan demikian, persoalan genangan tidak terus berulang dan membebani masyarakat.

DPRD Palangka Raya mendorong agar aspirasi tersebut dikawal melalui komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, DPR RI, dan pemerintah pusat sehingga kebutuhan infrastruktur perkotaan dapat memperoleh dukungan secara konkret. (MARINI/J)