PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah tidak hanya diarahkan untuk memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan keterlibatan komunitas pengrajin di berbagai wilayah menjadi bagian penting dalam mendorong produk lokal agar memiliki nilai ekonomi sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Tengah.

Menurutnya, pengembangan UMKM berbasis budaya dapat menjadi strategi untuk menjaga warisan lokal agar tidak hanya bertahan di tengah perubahan zaman, tetapi juga mampu dikenal lebih luas.

“UMKM tidak hanya menjadi penggerak perekonomian daerah, tetapi juga menjadi wadah pelestarian dan promosi warisan budaya Kalimantan Tengah,” ujar Yuliansah, Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia menilai, ketika produk budaya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan identitas Kalimantan Tengah ke pasar nasional hingga global.

Hal tersebut sejalan dengan keikutsertaan UMKM Kalteng dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Hall A dan B JICC, Jakarta.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran luring KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM, sedangkan pameran daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi dan keuangan inklusif berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, hingga showcase UMKM unggulan.

Selain itu, terdapat area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi, serta instalasi hijau.

Produk yang ditampilkan juga beragam, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Yuliansah menegaskan, semakin luasnya ruang promosi dan akses pasar harus dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Dengan memperkuat produk lokal dan mengangkat kekayaan budaya, kita ingin UMKM Kalteng tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga membawa identitas daerah ke tingkat nasional maupun pasar global,” katanya.

KKI 2026 menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan UMKM dengan konsumen, pelaku industri, perbankan, serta calon mitra bisnis. Momentum tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM Kalteng untuk naik kelas dan memperluas jejaring usaha.

Masyarakat juga dapat mengakses pameran KKI 2026 secara langsung maupun melalui kanal digital yang disediakan, sehingga produk UMKM Indonesia semakin mudah dikenal dan dijangkau pasar yang lebih luas. (MARINI/J)