BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan kesehatan dan keselamatan murid harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pembelajaran di wilayah Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Mu'ti, pemerintah pusat masih terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebijakan pembelajaran selama kondisi karhutla dan kabut asap berlangsung.
“Kami masih terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah karena kebijakan pembelajaran itu memang secara kelembagaan otoritasnya ada pada pemerintah daerah. Tapi, sesuai dengan prosedur tetap yang kami sampaikan agar keselamatan dan kesehatan murid ini harus lebih diutamakan,” kata Mu'ti di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia mengatakan apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, pemerintah daerah dapat menerapkan pembelajaran dari rumah maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Menurutnya, penerapan pembelajaran jarak jauh dapat menjadi alternatif karena satuan pendidikan telah memiliki pengalaman menggunakan sistem pembelajaran daring sejak pandemi COVID-19.
“Kalau misalnya karena kondisi yang belum memungkinkan, pembelajaran dapat diselenggarakan di rumah atau dengan melalui pembelajaran jarak jauh. Saya kira secara teknologi juga kita sudah sempat terbiasa sejak COVID-19 dengan pembelajaran daring,” ujarnya.
Mu'ti berharap penyesuaian tersebut dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan murid.
“Mudah-mudahan dengan kebijakan ini anak-anak kita dapat tetap terjaga kesehatannya, terjaga keselamatannya dan tetap belajar dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Terkait perkembangan kondisi asap di Kalimantan, Kemendikdasmen masih menunggu laporan terbaru dari pemerintah daerah masing-masing.
Mu'ti mengatakan prinsip yang diterapkan dalam menghadapi kondisi bencana tetap sama, yakni memastikan keselamatan murid menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pembelajaran.
“Intinya adalah bagaimana keselamatan murid tetap kami utamakan dan pembelajaran dapat dilaksanakan sepanjang tetap menjamin keselamatan dari semua murid,” tegasnya.
Pada saat yang sama, Kemendikdasmen juga tengah menangani dampak gempa bermagnitudo cukup tinggi di Nusa Tenggara Timur.
ANTARA









