SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebuah rumah di Jalan Pelita Barat, Gang Swadaya, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hangus terbakar setelah api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merembet ke sekitar bangunan.

Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah membenarkan adanya rumah yang terbakar di kawasan tersebut.

"Benar memang ada satu buah rumah yang terbakar di Jalan Pelita Barat," kata Irpansyah, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kebakaran terjadi pada Jumat malam. Rumah tersebut satu-satunya berada di tengah lahan yang siang harinya terdampak karhutla.

Lurah Mentawa Baru Hilir, Putri Noorgeulis Fimaulyahar, mengatakan rumah yang terbakar merupakan bangunan kayu yang sudah lama kosong dan tidak ditempati. Lokasinya berada di belakang Perumahan Grand Pelita, tepatnya di Gang Swadaya.

"Sudah kami konfirmasi dari Ketua RT 74, rumah yang terbakar rumah kosong tidak berpenghuni. Rumah kosong kayu," ujarnya.

Ia mengatakan pemantauan terhadap kawasan Grand Pelita telah dilakukan sejak siang menggunakan drone. Ia juga turun langsung ke lokasi bersama relawan Kelurahan Mentawa Baru Hilir untuk memantau dan menangani titik api.

Sejumlah unsur yang terlibat dalam pemadaman antara lain Relawan Ketapi 3, Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Dalam, Redkar Masjid Jami Assalam, Relawan Langsat, HMM serta staf kelurahan.

Tim juga membawa profil tank untuk mendukung kebutuhan air pemadaman. Selain itu, satu unit mobil dari OPD Sekretariat DPRD (Setwan) Kotim turut dikerahkan untuk memasok air ke profil tank.

Putri menuturkan sejak sekitar pukul 14.00 WIB, tim telah melakukan pemadaman di tiga titik api di kawasan Perumahan Grand Pelita. Salah satunya berada di Gang Swadaya, tepat di sekitar lokasi rumah yang kemudian terbakar.

"Kami dari jam 2 sudah memadamkan tiga titik api yang ada di Grand Pelita, termasuk titik di Gang Swadaya lokasi rumah terbakar," katanya.

Saat proses pemadaman berlangsung, asap tebal menyelimuti kawasan tersebut hingga membuat mata perih. Meski demikian, titik-titik api yang ditangani saat itu berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Namun, setelah tim menghentikan operasional dan meninggalkan lokasi selepas Magrib, kembali muncul api di sekitar rumah kosong tersebut.

Ia menjelaskan rumah kayu tersebut telah lama ditinggalkan pemiliknya. Pemilik rumah diketahui kini berdomisili di Kabupaten Katingan.

Meski rumah yang berada di tengah lahan telah terbakar, kondisi kawasan Perumahan Grand Pelita masih terus dipantau karena potensi karhutla masih ada.

Ketua RT dan Ketua RW bersama warga masih bertahan di kawasan perumahan. Pihak kelurahan juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.

"Warga tetap bertahan di perumahan. Saya instruksikan untuk waspada," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)