BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat melanda kawasan Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Jumat, 21 Agustus 2026. Kebakaran lanjutan di titik koordinat 2°16'50,112", 114°25'9,132" ini menunjukkan tingkat kerawanan dan tingkat kesulitan pemadaman yang sangat tinggi.
Asap tebal tampak menyelimuti area sekitar dan membumbung tinggi hingga membatasi jarak pandang secara drastis. Api terpantau belum dapat dikendalikan, bahkan pergerakannya terus meluas dan makin menjauhi sumber-sumber air yang ada.
Sebanyak 12 personil KPHL Kapuas Kahayan bersama 12 personil MPA Binaan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Luas lahan yang berhasil dipadamkan sejauh ini diperkirakan baru mencapai ± 1 hektare, sementara total area terbakar belum dapat dipastikan.
Tantangan operasi di titik ini sangat kompleks. Medan lokasi merupakan kawasan terisolasi tanpa adanya akses jalan darat, sehingga mobilisasi peralatan pemadam berat tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, membeberkan rumitnya kendala operasional yang dihadapi tim di lokasi Katunjung. "Di Desa Katunjung, api belum dapat dikendalikan dan menyebar menjauhi sumber air. Tidak ada akses darat, tidak ada sinyal telepon, dan lokasi hanya bisa ditempuh menggunakan perahu ces dengan bergantung pada naik-turunnya air pasang," ungkap Pangeran.
Petugas di lapangan kini terpaksa memperhitungkan pasang surut air sungai agar tidak terjebak di lokasi. Pemadaman dilakukan secara hati-hati dengan terus memprioritaskan keselamatan seluruh personil di tengah keterbatasan komunikasi. (SABRIANOOR/j)









