KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan gambut di Desa Pangkalan Rekan Ray RT 07, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat, 21 Agustus 2026. Peristiwa ini merupakan operasi pemadaman lanjutan untuk menjinakkan api yang terus menggerogoti lahan tersebut.

Lahan seluas kurang lebih 5 hektare dilaporkan hangus terbakar dalam insiden ini. Karakteristik tanah gambut di lokasi kejadian membuat kobaran api sulit dipadamkan secara total karena barabusa api masih menyusup di bawah permukaan tanah.

Tim gabungan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, POLRI, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga setempat dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Namun, kondisi medan yang sulit menjadi tantangan berat bagi petugas di lapangan.

Akses menuju titik lokasi kebakaran sangat terbatas dan hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua (R2). Selain kendala mobilitas peralatan, tim pemadam juga dihadapkan pada minimnya pasokan sumber air di sekitar area pemadaman.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengonfirmasi bahwa penanganan di Basarang membutuhkan kerja ekstra akibat kondisi tanah dan keterbatasan air.

"Status api masih belum padam total karena jenis tanah gambut. Kendala utama kami di Desa Pangkalan Rekan adalah akses menuju titik api yang hanya bisa dilalui roda dua serta sumber air yang sangat minim," ungkap Pangeran.

Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam masih terus bersiaga dan melakukan penyiraman berkala di titik-titik asap. BPBD mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan potensi munculnya titik api baru. (SABRIANOOR/j)