KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, juga terjadi di titik lokasi kedua pada koordinat -2,2314428, 114.35173405, Jumat, 21 Agustus 2026. Peristiwa ini menambah berat beban operasi pemadaman di wilayah pedalaman Mantangai.

Di lokasi ini, pergerakan api memicu kepulan asap yang sangat tebal hingga memperpendek jarak pandang tim pemadam.

Penyebaran titik api terpantau meluas dan masih belum berhasil dikendalikan secara menyeluruh.

Untuk menanggulangi kebakaran di titik kedua ini, sebanyak 3 personil KPHL Kapuas Kahayan dan 6 personil MPA Binaan dikerahkan. Hingga laporan disusun, luas lahan yang telah berhasil dipadamkan tercatat sekitar ± 0,5 hektare.

Sama halnya dengan titik pertama, kendala geografis dan infrastruktur menjadi penghambat utama. Petugas harus menembus jalur sungai menggunakan perahu ces dan harus berpacu dengan waktu sebelum air sungai kembali surut.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menegaskan bahwa kondisi kendala di titik Katunjung kedua ini tidak kalah berat dibanding titik lainnya.

"Status api di Katunjung koordinat kedua ini belum dapat dikendalikan, pergerakan api meluas dengan kepulan asap tebal. Kendala utama tetap pada ketiadaan sinyal komunikasi, jarak pandang yang terbatas, serta ketergantungan akses pada perahu ces dan air pasang," urai Pangeran.

Pusdalops BPBD Kabupaten Kapuas terus menjalin koordinasi intensif dengan posko terdepan guna memantau perkembangan situasi lapangan serta memastikan keselamatan seluruh petugas yang bertaruh nyawa di lokasi karhutla. (SABRIANOOR/R)