PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 membawa petugas Badan Pusat Statistik atau BPS hingga ke wilayah terpencil di Kabupaten Pulang Pisau. Salah satunya di RT 8 Desa Jabiren yang harus ditempuh dengan menyeberangi sungai menggunakan Alkon selama sekitar 30 menit.

Pengalaman tersebut diceritakan Devi Nadiah, salah satu petugas SE2026 di Kabupaten Pulang Pisau. Ia mengatakan perjalanan menuju wilayah tersebut cukup menantang karena lokasi permukiman berada di seberang dan aksesnya tidak mudah.

“Kalau ke sana harus menyeberang pakai Alkon, kira-kira waktunya 30 menit. Memang cukup jauh dan aksesnya juga tidak mudah,” cerita Devi kepada Borneonews pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Saat melakukan pendataan, Devi hanya menemukan sekitar delapan orang yang masih tinggal di RT 8. Sementara sebagian warga lainnya sudah berpindah ke wilayah RT 1, RT 2, RT 6 dan RT 7.

Menurutnya, kondisi tersebut juga terlihat dari keberadaan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Sekolah dasar yang sebelumnya menjadi tempat anak-anak bersekolah kini bahkan sudah tidak beroperasi karena tidak lagi memiliki murid.

“Orangnya sudah banyak yang pindah. Bahkan SD yang ada di RT 8 itu tutup karena tidak ada muridnya,” ujarnya.

Dalam pendataan tersebut, Devi juga bertemu dengan dua warga lanjut usia yang masih bertahan tinggal di wilayah tersebut. Kondisi itu membuatnya merasa prihatin, terutama karena kawasan tersebut tidak memiliki fasilitas pelayanan kesehatan.

“Di sana tidak ada Puskesmas, Pustu maupun Puskesdes. Kalau ada apa-apa harus menyeberang, sementara untuk menyeberang itu juga butuh waktu,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Devi sempat berpikir bagaimana warga, khususnya para lansia, mendapatkan pertolongan apabila mengalami sakit pada malam hari atau dalam kondisi darurat.

Ia berharap para lansia dan warga yang masih tinggal di RT 8 Desa Jabiren selalu diberikan kesehatan. Sebab, selain berada di wilayah terpencil, mereka juga harus menghadapi keterbatasan akses terhadap sejumlah fasilitas dasar.

“Semoga lansia-lansia yang ada di sana sehat selalu. Kasihan kalau sampai sakit,” tuturnya.

Bagi Devi, perjalanan pendataan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda. Di balik tugas mengumpulkan data ekonomi masyarakat, ia dapat melihat secara langsung kondisi kehidupan warga di wilayah terpencil yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Kisah tersebut sekaligus menunjukkan tantangan geografis yang harus dihadapi petugas SE2026 dalam menjangkau seluruh masyarakat. Tidak semua wilayah dapat ditempuh dengan kendaraan darat, sehingga petugas harus menggunakan transportasi air untuk memastikan pendataan tetap menjangkau warga di pelosok. (TESTI PRISCILLA/j)