PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Tengah mengalami peningkatan sebesar 3,98 persen dari anggaran murni. Meski demikian, kapasitas fiskal daerah masih perlu terus diperkuat.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalteng telah melakukan evaluasi terhadap pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah dalam penyusunan KUPA dan PPASP Tahun Anggaran 2026.

“Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan tahapan penting dalam pengelolaan keuangan daerah, sekaligus wujud komitmen Pemerintah Provinsi bersama DPRD untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan dan kebutuhan pembangunan,” tutur Edy, seperti dikutip Borneonews pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurutnya, peningkatan PAD tersebut terjadi di tengah kondisi fiskal yang masih menghadapi berbagai tantangan. Tantangan itu meliputi penyesuaian kebijakan nasional, dinamika pendapatan daerah hingga kebutuhan belanja yang terus berkembang.

KUPA dan PPASP Tahun Anggaran 2026 menetapkan penguatan kapasitas dan keberlanjutan fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan serta pengelolaan aset dan sumber daya. Kebijakan tersebut menjadi salah satu dari tiga arah utama kebijakan anggaran.

“Kami berharap semangat kemitraan ini terus kita pertahankan hingga tahapan selanjutnya. Saya meminta seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti kesepakatan ini melalui penyusunan perubahan RKA secara tepat waktu, memperkuat pengendalian dan pengawasan, serta memastikan program dan kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif sampai akhir tahun anggaran,” ungkap Edy. (HERMAWAN DP/J)