PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Presiden RI Prabowo Subianto menyetujui penambahan empat helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Keputusan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

“Kita tambahin empat (helikopter water bombing),” kata Prabowo menanggapi kebutuhan tambahan armada udara yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib.

Selain memperkuat operasi udara, Presiden juga menyetujui tambahan sarana untuk pemadaman darat.

Dukungan tersebut antara lain 100 unit pompa air, 2.000 alat pelindung diri (APD), cangkul gepyok, sumur bor hingga tambahan selang air.

Dalam rapat itu, Prabowo bahkan langsung menghubungi pihak terkait untuk meminta tambahan pompa segera dikirim ke Kalimantan Tengah.

Ahmad Toyib melaporkan sebanyak 10.700 personel gabungan telah dikerahkan dalam Satgas Darat penanganan karhutla di Kalteng.

Personel tersebut berasal dari BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas supervisi penanggulangan karhutla yang telah diberikan bagi Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad Toyib di hadapan Presiden.

Dari sisi operasi udara, BNPB sebelumnya telah memberikan dukungan satu helikopter patroli dan satu pesawat Cessna untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta patroli udara.

Sementara untuk operasi water bombing, saat ini terdapat empat helikopter yang telah beroperasi mendukung pemadaman karhutla.

Ahmad Toyib awalnya meminta tambahan dua hingga tiga helikopter karena armada udara dinilai sangat membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Mohon izin, kalau bisa, tambahan dua sampai tiga unit lagi, Pak Presiden. Karena ini sangat membantu,” katanya.

Prabowo kemudian menyetujui tambahan empat helikopter water bombing, lebih banyak dari jumlah yang diajukan.

Penambahan armada dan peralatan tersebut diharapkan memperkuat upaya pemadaman darat maupun udara di tengah masih tingginya kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.