BORNEONEWS, Sampit – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi musim kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran.
Camat Bukit Santuai Agus Saptono mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.
Ajakan tersebut disampaikan melalui kampanye pencegahan karhutla yang juga memuat sejumlah imbauan kepada masyarakat, mulai dari tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, hingga segera melaporkan apabila melihat titik api.
“Stop membakar hutan dan lahan. Mari kita cegah dan hentikan kebakaran hutan dan lahan. Jaga lingkungan, jaga kesehatan, jaga keselamatan,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Agus menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah karhutla. Sebab, kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, transportasi hingga kegiatan belajar mengajar.
Dalam materi imbauan tersebut juga disebutkan sejumlah dampak karhutla bagi masyarakat, di antaranya menurunnya kualitas udara yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan penyakit, terganggunya aktivitas ekonomi serta transportasi, kerugian materi, kerusakan lingkungan dan habitat satwa.
Karhutla juga berpotensi memberikan dampak terhadap anak-anak sekolah. Kualitas udara yang tidak sehat dapat mengganggu kesehatan, menurunkan konsentrasi belajar, bahkan menyebabkan kegiatan pembelajaran terganggu.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu sampai terjadi kebakaran untuk melakukan pencegahan. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur per 21 Agustus 2026, kasus karhutla di wilayah Kecamatan Bukit Santuai tercatat nol kasus.
Kondisi tersebut menunjukkan upaya pencegahan perlu terus dipertahankan. Pemerintah kecamatan berharap masyarakat dapat menjaga kondisi tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau.
Selain menghindari pembakaran, masyarakat juga diminta menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal dan lahan masing-masing serta memastikan api benar-benar padam apabila melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.
"Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, kami berharap dapat mempertahankan wilayahnya tetap bebas dari kejadian karhutla sekaligus mencegah dampak buruk asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat," harapnya. (DEVIANA/j)









