BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kunjungan Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2025, Ahsan Nadia Ramadhana, bersama Miss Grand Model Kalimantan Selatan, Siti Aini Nur Karida, ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas, Sabtu, 22 Agustus 2026, menghadirkan ruang berbeda bagi warga binaan perempuan. Kehadiran keduanya tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya kesempatan untuk tetap berkarya dan mengembangkan potensi selama menjalani masa pembinaan.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Warga binaan perempuan turut ambil bagian dengan menampilkan sejumlah kegiatan seni, termasuk tari tradisional. Penampilan itu menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberi ruang bagi warga binaan untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempertahankan unsur budaya yang mereka miliki.
Kepala Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas Daniel Kristianto mengatakan, kehadiran Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2025 dan Miss Grand Model Kalimantan Selatan memberikan motivasi tersendiri bagi warga binaan perempuan. Menurut dia, perhatian dari pihak luar dapat menjadi dorongan bagi warga binaan untuk menjalani pembinaan dengan lebih sungguh-sungguh.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2025 dan Miss Grand Model Kalimantan Selatan. Kehadiran mereka memberikan motivasi dan semangat baru bagi warga binaan perempuan untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, serta mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ujar Daniel.
Rangkaian kegiatan kemudian berlangsung lebih meriah dengan penampilan Assimilation Band dan dance yang dibawakan warga binaan. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa program pembinaan tidak hanya berlangsung dalam bentuk kegiatan rutin, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan melalui aktivitas kreatif.
Perhatian juga diarahkan pada hasil karya warga binaan perempuan melalui fashion show. Beragam karya yang ditampilkan menjadi bagian dari proses pengembangan keterampilan selama berada di Rutan Kapuas. Bagi warga binaan, kegiatan semacam ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan menunjukkan kemampuan yang mereka kembangkan selama menjalani pembinaan.
Kunjungan tersebut pada akhirnya tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga binaan perempuan. Lebih jauh, pertemuan dengan figur dari luar lingkungan rutan menjadi bentuk dukungan moral agar mereka tetap memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan. (SABRIANOOR/j)









