BORNEONEWS, Jakarta - Sebanyak 269 lulusan perguruan tinggi terpilih mengikuti Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026 di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) setelah bersaing dengan 1.499 pelamar.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kemenpar yang diterima dan dikonfirmasi pada Sabtu (22/8) di Jakarta, Plt. Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Kemenpar Antonio Wasono Imam Prakoso mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kompetensi dan pengalaman kerja lulusan perguruan tinggi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan besar untuk masuk ke dunia kerja sehingga penguatan kompetensi praktis dan pengalaman kerja nyata menjadi sangat penting,” ujar Antonio.
Ia mengatakan sebanyak 269 peserta akan menjalani pemagangan selama enam bulan di berbagai unit kerja Kemenpar, mulai dari Sekretariat Kementerian, kedeputian, hingga Badan Pelaksana Otorita.
Para peserta akan mendapatkan pendampingan dari mentor serta kesempatan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, khususnya sektor pariwisata.
Antonio mengatakan kebutuhan terhadap pengalaman kerja tersebut semakin penting melihat kondisi ketenagakerjaan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 7,24 juta penganggur di Indonesia pada Februari 2026. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 mencapai 6,13 persen.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perlunya memperkuat keterhubungan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain pengalaman kerja, peserta program akan memperoleh uang saku setara upah minimum dan sertifikat resmi yang diakui industri.
Antonio mendorong peserta memanfaatkan masa pemagangan untuk membangun portofolio, meningkatkan kompetensi, serta memperluas jejaring profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Kami berharap keberagaman latar belakang pendidikan, daerah asal, dan perguruan tinggi para peserta dapat menjadi kekuatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi,” katanya.
Kemenpar juga berharap kehadiran peserta magang dapat memberikan perspektif dan gagasan baru dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Indonesia.
Program Pemagangan Nasional tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.
ANTARA









