BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian bergerak cepat memantapkan pengembangan kawasan pertanian di Kabupaten Kapuas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung serta kelancaran program modernisasi pascapanen di wilayah strategis tersebut.
Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Hermanto, turun langsung melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kawasan pertanian, Sabtu kemarin. Dalam peninjauan tersebut, Dirjen meninjau rencana lokasi pembangunan Mobile Rice Unit (MRU) di Kecamatan Tamban Catur dengan didampingi Bupati Kapuas HM Wiyatno, SP.
Kegiatan Monev ini juga diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai, Kepala Dinas PUPR Hargatin, Kepala DPMPTSP Teguh Yunianto, serta jajaran pejabat teknis Kementan RI. Kehadiran jajaran lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Secara paralel, aksi peninjauan lapangan disokong oleh pemetaan udara (drone mapping) oleh tim teknis gabungan. Tim dari Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI bersama Diskominfosantik, Dinas Pertanian, dan Dinas PUPR Kabupaten Kapuas turun ke lokasi di Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Mantangai.
Aksi pemetaan udara tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sinkronisasi data lokasi, kesiapan teknis, serta rencana rehabilitasi Rice Milling Unit (RMU) atau sarana penggilingan padi. Langkah terpadu ini difokuskan untuk menyelaraskan data RMU yang perlu direhabilitasi sekaligus mengukur akurasi lokasi pengembangan lahan cetak sawah baru agar tepat sasaran.
Rangkaian pemetaan udara akan terus dilanjutkan secara bertahap di beberapa kecamatan prioritas lainnya dengan mengoptimalkan kolaborasi sarana teknis antar-OPD. Sinergi antara Kementan RI dan Pemkab Kapuas ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Kabupaten Kapuas sebagai lumbung pangan yang andal dan berkelanjutan. (SABRIANOOR/H)









