JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta seluruh unsur memperkuat kerja sama dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di Kalimantan Tengah yang masuk dalam enam provinsi prioritas penanganan pemerintah.

Sjafrie mengatakan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait harus terus diperkuat agar titik kebakaran dapat dikendalikan dan dampaknya tidak semakin meluas.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri serta seluruh unsur terkait harus terus diperkuat untuk mengendalikan titik-titik kebakaran, mencegah meluasnya dampak dan melindungi keselamatan masyarakat,” kata Sjafrie, seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, koordinasi antarlembaga diperlukan agar proses pemadaman dapat dilakukan secara bertahap, terarah dan menyeluruh.

Setiap instansi juga diharapkan memiliki pembagian tugas serta peta penanganan yang jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan operasi di lapangan.

“Seluruh sumber daya yang tersedia harus dioptimalkan untuk menjaga keselamatan rakyat, kelestarian lingkungan serta keamanan wilayah,” ujar Sjafrie.

Pemerintah saat ini memfokuskan penanganan karhutla pada enam provinsi yang dinilai rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago sebelumnya mengatakan enam provinsi tersebut menjadi perhatian karena memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar ketika memasuki kondisi kering.

“Dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau,” kata Djamari.

Selain di enam provinsi tersebut, kebakaran juga terjadi di sejumlah kawasan lain, seperti Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Untuk memperkuat pemadaman dari udara, pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter serta sejumlah pesawat fixed-wing sesuai kebutuhan.

“Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan,” ujar Djamari.

Selain operasi udara, pemadaman juga dilakukan dari jalur darat dengan dukungan tangki fleksibel sebagai tempat penampungan air sementara bagi petugas.

Pemerintah memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat agar penanganan karhutla, termasuk di Kalimantan Tengah, dapat berlangsung secara terpadu dan efektif.

ANTARA