SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kabut asap tipis yang menyelimuti kawasan Jalan Bumi Ayu, RT 26/07, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tak mengurangi antusiasme warga dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Warga tetap menggelar berbagai perlombaan untuk anak-anak hingga orang dewasa di lapangan yang berada di samping rumah Ketua RT 26. Kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus wadah berkumpul bagi masyarakat di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim.

Ketua RT 26 Bahrul Maji mengatakan kegiatan tersebut digelar agar suasana peringatan kemerdekaan tetap dirasakan seluruh warga, termasuk anak-anak.

"Kegiatan ini untuk hiburan warga sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Anak-anak juga kami ikutsertakan agar mereka bisa merasakan kemeriahan 17 Agustus," kata Bahrul, Senin, 24 Agustus 2026.

Beragam permainan disiapkan berdasarkan kelompok usia yang dilombakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Anak-anak terlihat antusias mengikuti lomba makan kerupuk, balap karung, memasukkan bola menggunakan topeng corong, hingga perang injak balon.

Tidak hanya anak-anak, warga dewasa juga ikut berpartisipasi. Para ibu turut meramaikan lomba balap karung, sedangkan kaum bapak mengikuti permainan perang injak balon.

Kemeriahan tetap terasa meski udara di sekitar lokasi tampak berkabut akibat asap. Anak-anak berlari dan bersaing menyelesaikan permainan, sementara warga yang berada di sekitar lapangan memberikan dukungan dan tertawa menyaksikan tingkah para peserta.

Bahrul mengatakan kegiatan sederhana tersebut sekaligus menjadi sarana hiburan masyarakat di tengah kondisi karhutla yang masih melanda sejumlah kawasan Kotim.

Menurutnya, dampak kabut asap juga turut memengaruhi sejumlah agenda perayaan kemerdekaan di daerah, termasuk pawai pembangunan yang ditunda.

"Ini juga menjadi hiburan dan pelipur lara bagi warga di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan. Apalagi pawai pembangunan di Kotim sampai ditunda," ujarnya.

Bahrul menilai semangat memperingati kemerdekaan tidak harus diwujudkan melalui kegiatan berskala besar. Kebersamaan masyarakat di lingkungan tempat tinggal juga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat nasionalisme.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antarwarga sekaligus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bermain dan menikmati suasana kemerdekaan bersama. (DEWI PATMALASARI/J)